Menjadi Seorang Profesional Sejati

Dicari seorang pekerja yang professional untuk ditempatkan di perusahaan ternama, emikian kita sering mendengar dan melihat iklan lowongan pekerjaan. Apakah sebenarnya professional itu? Banyka pendapat tentang “professional” yang kalau disimpulkan akan didapat pengertian tentang professional yaitu: Suatu sikap yang mengandalkan suatu usaha atau pekerjaan sebagai alat mencari nafkah dilandasi dengan suatu ketrampilan atau kemampuan. Pengertian itu makin meluas maknanya, maka terkadang orang yang bekerja tidak sesuai dengan uraian kerjanya dan tidak sesuai dengan perkembangan jaman disebut sebagai orang yang tidak professional.

Sikap professional tidak dating dengan sendirinya, dia harus dibentuk oleh orang yang menginginkan dirinya menjadi professional. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kita untuk menjadi seorang yang professional, yaitu :

 

  1. Menjadi nomor Satu
  2. Tuntaskan Pekerjaan Segera
  3. Membangun  Karakter
  4. Berani Mengambil Keputusan
  5. Mengembangkan Wawasan

 

  1. Menjadi Nomor Satu

Kita harus berobsesi selalu menjadi pemenang, sense of sukses perlu ditanamkan dalam hati, dalam segala hal, diikuti dengan latihan sikap selalu fair dalam mengalami kekalahan. Apabila kita mengalami kekalahan, kita harus belajar dari kekalahan itu, agar kita akan menjadi pemenang di kemudian hari, tanpa berbuat suatu kesalahan yang sama ketika kita mengalamai kekalahan.

Kompetisi yang baik ada di luar lingkungan kita, kalau kita dikatakan sukses oleh orang – orang kita sendiri, staf atau karyawan sendiri, keluarga kita sendiri, kita belumlah menjadi seorang nomor satu / pemenang sejati. Kita harus mengatualisasikan ke’nomor satu’ an kita di luar lingkungan kita. Berorientasilah ke pelanggan, mitra bisnis, mitra profesi dan siapa saja yang ada di lingkungan luar kita.

Memang terkadang kita perlu bertindak beda dengan yang lain untuk menjadi pemenang. Kalau memang itu harus dilakukan, mengapa tidak? Bill Gates menerapkan aturan bagi para executivenya untuk pulang dari kantor harsu sesudah jam 11 malam, dan itu ternyata efektif untuk menjadikan Microsoft sebagai pemenang utama dalam bisnis prosesor dunia.

 

  1. Tuntaskan Pekerjaan Segera

Di era sekarang ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, hal ini menjadikan orang yang lambat akan terlindas oleh deras arus informasi dan tehnologi hal terpenting untuk menggapai sukses. Dengan fenomena selalu menunda dan tidak menuntaskan pekerjaan yang ada sekarang ini, menjadikan penuntasan pekerjaan menjadi satu hal yang dapat menjadi ikon terpenting untuk menjadikan kita lebih menonjol disbanding dengan yang lain. Soichiro Honda, terkenal sebagai orang yang selalu menuntaskan pekerjaan lebih cepat daripada orang lain, kamus sukses yang terkenal dari dia adalah , kalau pekerjaan itu bisa selesai dalam satu jam, mengapa tidak diselesaikan dalam waktu 30 menit. Target waktu umunya selalu menambah dari waktu penuntasan yang nyata, hal ini menjadikan kita membuang – buang waktu hanya untuk satui pekerjaan saja. Orientasi hasil sangat penting bila kita ingin membangun kebiasaan menuntaskan pekerjaan. Almost is not even half done. Demikian Conrad Nicholas Hilton sering berkata apabila ada bawahannya yang mengatakan tugasnya hamper selesai.

Dunia kerja adalah dunia di mana hasil nyata yang berlaku. Dunia kerja adalah dunia action. Kita harus lebih cepat menyelesaikan pekerjaan kita agar kita dapat segera melaksanakan tugas – tugas yang lain, dan kita tidak akan banyak kehilangan waktu kita untuk sebuah kesuksesan.

 

  1. Membangun Karakter

The only thing not for sale is CHARACTER, Antonin Scalia, seorang Jaksa Agung Amerika Serikat sering mengatakan demikian di beberapa pertemuan – pertemuan yang dihadirinya. Masing – masing kita sudah punya karakter sendiri – sendiri sejak lahir, berupa kumpulan kualitas dan reaksi dalam diri kita. Orang berkarakter tidak sama dengan orang baik. Banyak orang ramah, pintar dan baik hati, tapi itu tidak membuat dia berkarkter. Orang yang dikatakan berkarakter biasanya dikenali sebagai orang yang dikagumi dan direspek, bisa membedakan yang baik dan buruk dengan tegas, serta bisa mewarnai lingkungannya menjadi lebih baik dan menyenangkan. Membangun karakter membutuhkan proses yang tidak mudah, tempaan, cobaan, tantangan tiada henti yang memberi kesempatan kita untuk memperkeras kepribadian kita. AA Gym sering berkata karakter seseorang bisa dilihat dari reaksi spontannya ketika mendapat kabar / kejadian yang mengejutkan, baik mapun buruk. Sikap spontan yang dipenuhi dengan ketenangn (poison) dan pengendalian ditri itulah yang dimaksud dengan berkarakter. Kompetensi juga berpengaruh dominant pada pembentukaan karakter, seorang insinyur teknik bangunan yang mempunayi kompetensi tidak akan mau dibujuk untuk merubah susunan kerangka bangunan yang dibuat, dia dengan kompetensinya akan tetap konsisten dengan apa yang telah diperhitungkannya. Seorang Manager  yang berkompetensi tinggi tidak akan takut membuat keputusan – keputusan strategis yang harus dibuatnya. Semakin kita mempunyai kompetensi makin mudah karakter dapat ditonjolkan.

 

  1. Berani Mengambil Keputusan

Kita hidup di dunia yang demikian cepat perubahannya. Hal ini menuntut kita untuk dapat lebih gesit dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan memang berat, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan serta adanya resiko yang siap kita tanggung sebagai feed back dari keputusan itu. Contoh, ketika kita akan mem-PHK karyawan yang sudah tidak mempunyai kinerja baik tetapi sydah bertahun – tahun setia mengabdi pada perusahaan, besarnya pengeluaran akibat dari satu keputusan, faktor sosial dan sebagainya.

Aspek terpenting dalam mengambil keputusan adalah “keberanian kita dalam memutuskannya”. Keberanian atau nyali dalam mengambil keputusan menduduki faktor utama.  Individu yang santai dan berfikir positif dalam keadaan sulit, lebih mempunyai keberanian dalam mengambil keputusan. Apabila keberanian kita belum datang, maka kita bisa memilih “kemmendesakan waktu” sebagai alasan untuk mengambil keputusan. Hati – hati dalam bertindak memang penting, akan tetapi terlalu hati – hati membuat kita selalu ragu dalam mengambil keputusan, yang akhirnya ketika keputusan itu dibuat sudah bukan hal yang baik lagi bagi kita. Membuat keputusan tidak mesti harus sempurna, akan tetapi efektif dan tepat waktu, ini yang penting. Efektifitas dan Ketepatan Waktu dalam membuat keputusan akan membuat kita menjadi orang yang disegani dan akan makin dekat dengan kata sukses.

 

  1. Mengembangkan Wawasan

Andreas Harefa dalam sebuah bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar” mengatakan bahwa hakikat manusia belajar adalah mengubah dirinya dari tidak mampu menjadi berkemampuan, dari tdak tahu menjadi tahu, darai tidak bisa menjadi bisa. Hal ini memang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Wawasan dan pengetahuan sangat berpengaruh pada sosok pribagi seseorang. Bagaimana kita akan membina relasi ketika kita tidak punya banyak wawasan yang cukup untuk bergaul. Ketika orang lain bercerita tentang sesuatu yang baru kita hanya bisa menebak – nebak arah pembicaraan, yang demikian membuat kita menjadi tidak “pede” alias percaya diru. Padahal sukses tidak akan menghampiri orang – orang yang tidak mempunyai “self confidence”. Seperti kita membangun karakter bahwa kompetensi juga sangat berpengaruh untuk membangun karakter kita. Untuk itu kita harus banyak membaca, melihat dan mendengar apa yang terjadi di sekeliling kita, carilah informasi – informasi yang up to date. Dengan demikian kita menjadi orang yang disegani, dihormati dan tentunya akan dikenal sebagai orang yang  berwawasan luas. Ini menjadi salah satu faktor penting untuk meraih sukses sejati.

 

Advertisements
This entry was posted in Artikel Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s